0 Comments

Chained Echoes dikenal sebagai mahakarya JRPG modern yang digarap dengan penuh dedikasi selama tujuh tahun oleh Matthias Linda. Sayangnya, kesuksesan game yang menjadi “surat cinta” untuk era 16-bit SNES ini harus ternoda oleh sengketa distribusi yang berlarut-larut.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Matthias Linda secara resmi telah mengajukan gugatan hukum terhadap mitra distribusinya, First Press Games (FPG). Langkah drastis ini diambil setelah ribuan pendukung kampanye crowdfunding tak kunjung menerima kepingan game fisik yang dijanjikan sejak bertahun-tahun lalu.


Kronologi Sengketa: Dua Tahun Tanpa Kepastian

Masalah ini memuncak melalui pembaruan yang diunggah Linda di laman Kickstarter pada 11 Maret 2026. Dalam pernyataan tersebut, terungkap fakta pahit bahwa jadwal pengiriman versi fisik telah meleset lebih dari dua tahun dari target awal.

First Press Games (FPG) dinilai gagal memenuhi komitmen kontrak mereka. Ironisnya, hingga saat ini, hanya edisi standar untuk PlayStation 4 yang berhasil sampai ke tangan segelintir pemain. Sementara itu, para pendukung yang menantikan versi Nintendo Switch maupun Collector’s Edition yang mewah dibiarkan terkatung-katung tanpa kejelasan.

Akibat mandeknya progres sepanjang awal tahun 2026, Linda akhirnya memutuskan untuk memutus kontrak kerja sama secara sepihak dan menempuh jalur litigasi.

“Keputusan ini tidak diambil secara instan. Ini adalah akumulasi dari rasa frustrasi dan pertimbangan matang demi melindungi hak-hak para pendukung yang telah mempercayai proyek ini sejak awal,” tegas Matthias Linda.


Langkah Kompensasi bagi Para Backer

Meski detail perkara hukum masih tertutup rapat, fokus utama Linda saat ini adalah menyelamatkan reputasi dan memberikan solusi bagi para Backer (pendukung dana) yang terdampak. Saat ini, ada dua opsi utama yang ditawarkan:

  1. Menunggu Produksi Baru: Pemain bisa memilih untuk tetap menunggu versi fisik yang nantinya akan diproduksi oleh distributor baru. Namun, Linda memperingatkan bahwa opsi ini membutuhkan kesabaran ekstra, karena proses produksi kemungkinan besar baru bisa berjalan setelah sengketa hukum dengan FPG tuntas secara inkrah.
  2. Opsi Refund atau Digital: (Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pengembalian dana atau kompensasi kode digital sedang dikaji lebih dalam untuk memastikan para pendukung tidak merugi dua kali).

Pelajaran bagi Industri Indie

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para developer indie tentang risiko bekerja sama dengan distributor fisik pihak ketiga dalam kampanye crowdfunding. Kegagalan distributor seperti FPG tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak hubungan emosional antara kreator dan komunitasnya.

Hingga artikel ini dirilis, pihak First Press Games belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan yang dilayangkan oleh Matthias Linda.